Wrong Word in Good Time

Kejadian ini kembali terulang setelah terakhir aku bertemu dengannya sekitar 4 tahun yang lalu. Ahh.. menyebalkan, selalu membuatku yang harus merasa bersalah pada akhirnya. Huh..

Sudah lama sekali aku tak pernah ngobrol dengannya sejak pertemuan terakhir. Pertemuan yang selalu aku harapkan sejak smp. Dulu kami bertetangga, suka bermain bersama atau bahkan belajar bersama. Namun, saat aku menginjak smp aku pindah rumah dan jarang bertemu dengannya. Kalau pun bertemu itu hanya berpapasan saja, hanya saling membalas senyum.

Akhirnya kesempatan ngobrol banyak itu tiba, bukan bertemu sebagai tetangga tapi sebagai peserta workshop yang diadakan salah satu sekolah tinggi yang bertetangga dengan sekolahnya (GOOD TIME). Yah, akhirnya aku bisa bertemu dengannya lebih lama. Hehe..

Hari itu hanya pengarahan workshop saja, jadi tak banyak yang harus dibahas. Sisa waktu yang aku punya, aku gunakan untuk mengunjungi salah satu kelas teman-teman SMPku dulu. Toh, guru mereka sedang tak ada di ruangan. Bercerita banyak, bernostalgia masa-masa SMP dulu. Aku kangen kalian guys… dan kebetulan dia adalah anggota kelas itu juga. Tapi saat itu dia sedang tidak di tempat. Yah, setelah puas bercengkerama aku memutuskan untuk pulang, tak baik terlalu lama di sekolah orang, apalagi merecoki kelas.. bawa nama sekolah euy.. hehe..

Nah, ini intinya. Saat aku akan pulang, dia muncul dari balik pagar sekolahnya. Menyapaku, menanyakan apakah aku akan pulang (mungkin niatnya mau ngantar aku. Haha.. kege-eran). Tapi jawabanku malah angkuh, bertanya balik tentang sepeda motor yang dibawanya dan berlagak akan membawanya pulang (WRONGWORD). Akhirnya dia diam dan membiarkanku pulang sendiri.

On my way I’m just thinking

WHAT THE HELL… WHAT I’M JUST SAY TO HIM… I’M NOT WHOEVER TO HIM.. I’M JUST HIS FRIENDS, AND I’M TALKED LIKE THAT.. WHAT A BIG MISTAKE…

WRONG WORD IN GOOD TIME.. DAMN.. – -’ Lenyaplah sudah hari yang harusnya jadi hari yang paling membahagiakan buatku. Rasanya aku mau masuk ke sumur wonderland saja.

Bertahun-tahun rasa bersalah itu selalu menghantuiku hingga bisa aku lepaskan. Tapi, kejadian itu terulang lagi.

Tak pernah aku sangka dia akan menyapaku di fitur ngobrol sebuah situs pertemanan. Mungkin karena kebetulan dia melihatku sedang OnLine. Dari sapaan itu aku berharap bisa ngobrol banyak dengannya. Yes, GOOD TIME itu datang lagi. Awalnya hanya membahas seputar pulkam tapi ujung-ujungnya ke wanita yang disukainya, hyaaa.. untung saja rasa sukaku sudah kukubur dalam-dalam. No more pain. Tapi kembali aku mengulang sesuatu yang aku anggap sebagai kesalahan. Sebenarnya aku hanya menulis yang aku anggap hanya becandaan antar teman aja. Aku menambahkan kata “cie cie..” (maybe it’s the WRONG WORD) diujung kalimatku, tapi setelah aku menulisnya dia offline. BAGUSSSSSS… Terus saja membuatku merasa bersalah. Aku memang gak tahu apa-apa soal kamu.

Cukup sudah, sekarang aku gak mau menghindar lagi. Terserah apakah itu salahku atau bukan. Aku akan minta maap padanya.

~ oleh happycatz pada November 19, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.